Kamis, 15 September 2011

Profesi Pemberdayaan

Profesi Pemberdayaan
Pekerjaan Pemberdayaan sejatinya telah lama dilakukan oleh banyak tokoh, baik yang termotivasi oleh kepentingan agama maupun termotivasi oleh semangat ingin memerdekakan. Sebagai contoh adalah, tercatat dalam sejarah tradisi ke-Islaman Indonesia, kita mengenal yang namanya kelompok para Sunan yang lahir di pulau jawa dan menyebar membawa misi keagamaan nan membebaskan. Pada tahap selanjutnya kegiatan pemberdayaan banyak dilakukan oleh pemerintah dan LSM walaupun dengan pendekatan yang tidak seperti sekarang bottom-up atau partisipatif. Sedikit meloncat, pada awal milenium kedua paska reformasi di Indonesia, muncul yang nama program Pemberdayaan yang dipayungi oleh berbagai kementrian, baik kementrian dalam negeri, pemuda dan olah raga, kependudukan dan transmigrasi dengan berbagai nama dan istilah seperti PNPM, Pemuda Pedesaan dan lain-lain. Akan tetapi yang menjadi dilema dalam realitas hidup dan pekerjaan pemberdayaan adalah, sangat sedikit masyarakat melihatnya sebagai sebuah profesi, lebih banyak yang melihatnya sebagai strategi pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Baik masyarakat yang berasal dari kelas atau dunia pendidikan maupun dunia bisnis. Sehingga perlindungan terhadap pekerja pemberdayaan menjadi sangat minim dan justru tidak diperhitungkan. Hari ini penulis mengajak kita bersama untuk merenungkan apakah Pemberdayaan sudah layak menjadi  profesi yang bisa disejajarkan dengan profesi yang lain?(Google+)
Baca Juga: Beri Kami Pancingnya Jangan Ikannya
Sumber foto: Konsultan Pemberdayaan
Posted by: Konsultan Pemberdayaan Konsultan Manajemen Updated at : 07.50

Tidak ada komentar:

Posting Komentar